mencoba menulis pada saat jam kantor susah juga, sesuatu yang salah, yang seharusnya tidak dikerjakan, tapi ada dorongan dari dalam untuk membuat jari-jari “sebelas”ku bermain di keyboard, menulis sesuatu
hari ini bermula dari seorang teman yang “mengaku” pernah menjadi “simpanan” dari istri orang, ehm term “simpanan” kesannya kurang mengena, mungkin “selingkuhan”
saya melontarkan pertanyaan konyol ke diri saya sendiri “kok bisa?”
memang, secara refleks saya menanggapinya dengan ketidakpercayaan, maklum, saya masih 25 dan tentu mengenal dunia pun hanya selama itu, padahal banyak sekali yang terjadi diluar sana
karena masih termasuk penghuni baru dunia ini, menurutku hal terbaik yang bisa kulakukan adalah berusaha untuk menerima input-input, dan tidak melakukan penilaian apa-apa, mati rasa? ehm rasa apa? salah-benar? tabu-biasa? dosa-pahala?, i’ll keep it myself, saya tentunya akan mengendalikan diri, bukankah kita sejatinya diciptakan untuk menjadi pemimpin atas diri kita sendiri?
akan banyak lagi hal-hal baru yang bisa ku susun untuk menempati ruang referensi perilaku dan sikap, open minded? mungkin juga, bukan tren sebagai cara untuk menempatkan diri sebagai seseorang yang “gaul”, mengikuti culture change, atau tidak punya sikap sama sekali tapi menghindari eksklusifitas yang terbentuk dari close minded terkadang ada baiknya juga



3 Comments
berat sekali pembahasanmu pak..
@ari
maaf ri, bukan maksud hati untuk menambah beban hari2mu dengan postingan beratku…
aku perbaiki nih….
halaahh..
si Fedy lagi mellow ternyata..